Belajar Konsekwen

13 Maret 2008

Dalam bulan maret ini ada tiga tanggal merah selain hari minggu. Tanggal 7 yang sudah kita lalui, dan tanggal 20 dan 21 Maret yang sudah kita nantikan.

Tidak ada alasan yang sama kenapa semua orang bergembira dengan datangnya tanggal merah. Tapi apapun bentuk alasan dan kegembiraan itu, saya ingin berbagi sedikit kisah pendek yang pernah saya alami, ketika libur tanggal merah di Bandung, di rumah kakak kandung saya yang ke 5. Mudah - mudahan walaupun kita libur dan tidak ada KBM selama dua hari, tapi kita bisa belajar hal lain, yang juga bermanfaat,walaupun sedikit.

Suatu hari….

Sekitar pukul 19.00

Saya sedang nonton televisi sambil kumpul bersama keluarga, moment yang selalu bisa membangkitkan rasa kebersamaan dan kekeluargaan, sharing dan bercanda. Tiba - tiba keponakan saya yang paling kecil datang dari ruang bermain, umurnya 4 tahun 2 bulan, terlihat lelah dan ngantuk. Dia mendatangi ibunya, lalu berkata “Mamah…Bayu ngantuk sekali, pengen tidur, tapi gak mau tidur di kamar, Bayu pengen tidur di depan TV”. Ibunya lalu berkata “ya udah gak apa - apa” , kemudian keponakan saya berkata lagi “tapi Bayu jangan dibangunin ya kalo belum satu jam tidur disini, nanti kalo udah satu jam Bayu pindah sendiri ke kamar tidur, Mamah gak usah gendong Bayu”, ibunya berkata “iya”.

Tidak sampai 10 menit keponakan saya yang memang sudah terlihat ngantuk dan kelelahan sudah tertidur pulas.

Pukul 20.30…….satu jam telah berlalu
Kakak saya berkata “Wah aku ngantuk nih, tidur ah, tapi papahnya Bayu belum datang, sementara Bayu tidur disini, mau diangkat berat banget” (sekedar informasi, keponakan saya mempunyai badan yang montok, dan kalau saya disuruh angkat dia ke kamar tidur pun pasti tak akan sanggup)

Kakakku menghampiri anaknya dan berkata “Bayu, bangun, pindah sana ke kamar tidur, udah malam”. Keponakan saya yang sedang tidur pun terbangun karena mendengar Ibunya membangunkannya, tapi ternyata reaksinya diluar dugaan saya, dia marah “Mamah nih kenapa sih bangunin Bayu, Bayu kan udah bilang, Bayu boleh dibangunin kalo udah tidur satu jam disini, sebel, Bayu marah sama Mamah, Bayu gak mau pindah, digendong juga gak mau” Lalu keponakan saya berbaring lagi membelakangi Ibunya, Marah dan tertidur kembali di tempat yang sama. Kakaku tidak bisa berbuat apa apa, karena digendong pun keponakan saya tidak mau. Akhirnya Kakakku menunggu anaknya sampai tertidur pulas dan menggendongnya ke kamar tidur sendirian, berat banget…pasti…

Malam itu akhirnya berlalu

Esok harinya di jam yang sama dan waktu yang sama

Waktunya nonton televisi………….

Keponakan saya datang lagi dan bersiap untuk tidur di kursi di depan Televisi, sama seperti malam sebelumnya. tapi sebelum berbaring dia berkata pada ibunya yang berada di sebelahku “Mamah, kenapa sih Mamah gak ngedengerin kata - katanya Bayu kemarin, Bayu kan kemarin bilang kalau Bayu gak mau dibangunin kalau belum satu jam tidur disini, tapi mamah udah ngebangunin Bayu, makanya Bayu marah, sekarang Bayu mau tidur disini lagi, Mamah gak boleh bangunin Bayu kalau Bayu belum 3 jam tidur disini, ya Mah” kakaku berkata “Iya deh..sok sekarang tidur” tapi tidak berapa lama “Mah, bukan 3 jam, Bayu boleh dibangunin kalau sudah 5 jam tidur disini ya, nanti Bayu jalan sendiri ke kamar tidur”, Kakaku menjawab “Iya”

Satu jam berlalu

Kakaku mulai ngantuk, dan Bayu pun sudah tertidur

Tugas berikutnya memindahkan keponakan ku ke tempat tidur.

Kakaku menghampiri keponakaku, “Bayu… bangun, kamu sudah 5 jam tidur disini, sekarang jalan sendiri ke kamar tidur, pindah, udah malam ”

Aku menanti reaksi dari keponakanku

Dia bangun dan bertanya “Memang Bayu sudah 5 jam tidur disini ya Mah”

“Iya” kakakku menjawab

Tanpa kuduga keponakanku bangun dari tidurnya dan berjalan sendiri ke kamar tidur setelah kakaku mengatakan bahwa dia sudah tidur selama 5 jam didepan televisi, sesuai dengan keinginannya, padahal kenyataannya dia baru tidur selama satu jam di tempatnya. Tidak ada kemarahan disitu, Tidak ada rasa dibohongi… berjalan sendiri ke kamar tidur, lalu tertidur pulas….

Saya termenung…

Ada makna disitu…

Anak umur 4 tahun sudah belajar tentang apa arti konsekwen.

Dia berkata Dia menepati kata-katanya

Padahal ada banyak sekali orang di sekeliling kita yang masih tidak bisa menepati kata - kata yang keluar dari mulutnya sendiri… pengingkaran…

Hari itu, saya belajar hal yang sangat sederhana, tetapi bermakna luar biasa. Ketika kita bisa menepati kata- kata kita sendiri, tidak akan ada tuntutan dari orang lain, tidak akan ada kemarahan dan rasa dibohongi….dan membohongi diri sendiri….

Dan saya belajar dari anak umur 4 tahun…..

Selamat liburan

Semoga sedikit tulisan ini, mampu memberikan nilai dalam hidup anda…

Materi Pelajaran TIK Kelas XI untuk Pertemuan tanggal 17 Maret 2008

13 Maret 2008

Pertemuan tanggal 18 Maret 2008 akan membahas tentang Fungsi Matematika dan Fungsi Statistik dalam Microsoft Excell

Materi Pelajaran TIK Kelas X untuk Pertemuan tanggal 17 Maret 2008

13 Maret 2008

Pertemuan kali in akan membahas materi tentang Mail Merge

Apakah Mail Merge?

Mail merge adalah salah satu Fasilitas yang dimiliki oleh Microsoft Word untuk pembuatan surat massal. Hanya dengan satu buah surat induk dan satu buah data source kita dapat membuat surat ke berbagai tujuan yang berbeda. Mudah dan Cepat.

Seperti apakah cara membuat Mail Merge?

Watch at March 17th, 2008